September 6th, 2008
Subhannalloh, terduduk aku menangis lalu kemudian bersujud syukur. Setelah itu, kembali bersimpuh namun tak kuasa berkata-kata. Betapa ku terbuai, tercengang seolah-olah ini adalah keajaiban yang baru pertama kali kudapat, padahal beribu keajaiban telah kudapati dari-Nya. Tapi, sungguh ini membuat hatiku……… Ya Alloh…. segala puji bagiMu ya Alloh.
Duduk dikeributan hujan, diantara kegelisahan anak manusia yang mencari jalan keluarnya sendiri padahal saat itu sesungguhnya adalah saat yang tepat untuk mencari jalan keluar, berdiskusi langsung dengan yang Maha Mengetahui setiap permasalahan dan jalan keluarnya. Saat-saat dimana do’a diijabah, saat-saat dimana 2 waktu doa diijabah berkumpul menjadi satu. Tapi, mereka tetap gelisah dengan pemikiran mereka sendiri.
Ku manfaatkan saat-saat yang indah ini, ku mohonkan dengan penuh harap, mengharapkan berkah dari ba’da Sholat wajib, ku mohonkan dengan penuh harap mengharapkan berkah Romadhon. Ku mohonkan dengan penuh kegelisahan dan ketakutan akan tak dikabulkannya doaku saat itu juga. Ku mohon kepada-Nya dengan penuh pengharapan….
“Ya Alloh, dengan belas kasihMu hamba memohon, janganlah Engkau biarkan ia yang Kau titipkan kepada hamba menuju kemaksiatan, janganlah Engkau biarkan ia bermaksiat. Hamba tak punya keberanian menahannya dengan tenaga maupun lisan hamba, hanya kepadaMulah hamba berharap ya Alloh, Engkau Maha Mengetahui apa yang telah terjadi ketika hamba menggunakan tenaga dan lisan hamba. Banyak orang-orang yang hamba kasihi tersiksa batin dan kemudian mereka pun hidup dalam ketakutan. Hamba tak ingin itu terulang lagi, namun hamba belum menemukan caranya ya Alloh. Tolong hamba… tolong… tolong…”
Sesaat, takjubku membuatku seakan-akan tak percaya. Dia yang Maha Mengasihi dan Maha Mendengar, dengan kuasaNya Ia tahan titipannya kepadaku agar tak berjalan menuju kemaksiatan. Subhannalloh… Ia kabulkan permohonanku padahal aku masih duduk bersimpuh menghadapnya. Ia kabulkan permohonanku layaknya seorang ayah yang mengabulkan permintaan permen oleh anaknya yang masih kecil….. Subhannalloh, walhamdulillah, wa laa ilaa haillalloh, wallahu akbar
Posted in Ruang Hati | No Comments »
September 5th, 2008
Mendapat sms dari Bu Lek yang biasa ku kunjungi, ibuku sebenarnya yang mendapatkan sms tersebut. Isinya pemberitahuan kalau Bu Lek terkena tumor rahim sejak bertahun-tahun yang lalu hanya saja baru terdeteksi 4 hari yang lalu. Berarti sudah dua wanita dalam keluargaku dari sebelah ibu - garis keturunan yang sama - menderita tumor rahim atau yang dikenal dengan mioma. Pertama ibuku yang sukses operasinya 1,5 tahun yang lalu dan sekarang Bu Lek - adik bungsu Ibu.
Read the rest of this entry »
Posted in Kesehatan | No Comments »
September 5th, 2008
Miom rahim (uterine fibroids atau juga disebut fibromyoma, leimyoma atau fibroids) adalah tumor jinak otot dinding rahim yang muncul pada wanita di masa reproduksi. Miom dapat muncul di dalam atau di luar rahim atau dalam otot dinding rahim. Miom biasanya tumbuh dari satu sel otot kecil yang terus berkembang. Awalnya adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan gangguan hormon estrogen serta emosi yang tidak seimbang. Gangguan fungsi saraf itu kemudian menyebabkan kesalahan bentuk otot di dalam rahim.
Read the rest of this entry »
Posted in Kesehatan | No Comments »
September 5th, 2008
Tumor (berasal dari tumere bahasa Latin, yang berarti “bengkak”), merupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi. Namun, istilah ini sekarang digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan jaringan biologis yang tidak normal. Pertumbuhannya dapat diogolongkan sebagai ganas (”malignant”) atau jinak (”benign”).
Tumor ganas disebut[…]
Posted in Kesehatan | No Comments »
September 3rd, 2008
Ya Alloh, Angga benar-benar lupa. Dulu Angga sering coret-coret nama-nama Islami yang Insya Alloh diperuntukkan untuk anak Angga kelak. Salah satunya adalah Nazhif Ridwan Fikri, dengan harapan si anak akan selalu mempunyai pikiran yang bersih dan cemerlang serta tentunya menjadi penghuni surga sebagaimana malaikat Ridwan penjaga surga. Dan ada satu lagi yang diartikan Pemikiran Setajam Pedang…. Tapi masya Alloh, Angga lupa apa rangkaian kata-kata arabnya. Pikiran = Fikri, Pedang = Saif, terus dulu Angga ngerangkainya gimana yahhh… Nda mungkin Saif Fikri karena Angga selalu merangkai minimal tiga kata… Nama ini pernah Angga sodorkan ke teman, dan tadi beliau bertanya kembali… Katanya buat keponakannya. Angga lupa lupa lupa lupa benar-benar lupa. Ya Alloh, tolong………….. Apa rangkaian kata-kata yang menjadi nama yang indah itu…
Posted in Teras | No Comments »
August 28th, 2008
Baru saja membaca e-mail balasan dari seseorang, deg degan, gelisah, sedih kembali menyeruak. Ya Alloh kapan rasa ini akan hilang????? Mengapa tidak ku syukuri nikmat yang Engkau berikan ya Alloh, mengapa selalu dan selalu…….
Posted in Ruang Hati | 2 Comments »
August 27th, 2008
Yap, tulisan mengungkapkan sejuta ekspresi yang tak mungkin diungkapkan melalui perbuatan. Hanya bisa melalui tulisan. That’s why, ketika tarif telpon seluler sudah semakin murah, Angga tidak tertarik untuk telpon-telponan berjam-jam. Pun ketika masih pada masa falling in love with Sundanese boy, walau dia yang telpon tetap setelah bertelpon ria akan dilanjutkan dengan sms ria yang bisa ditebak, ujung-ujungnya tagihan telpon membengkak.
Read the rest of this entry »
Posted in Ruang Hati | No Comments »
August 26th, 2008
Apa itu cinta? Entahlah
Apa itu sayang? Entah juga
Apa itu suka? Gelap
Kalo cuka??? Pasti semua tauuuuuuuuuu hehehehehehe
Ada sebuah hadis yang Angga lupa perawinya siapa, Angga dapatkan dari buku Pesona Cinta. Kira-kira seperti ini kesimpulan hadis tersebut, bahwa diakhirat kita akan dibangunkan dan berada bersama dengan orang-orang yang kita cintai ketika kita berada di dunia. Semoga tidak salah. Dan semoga Alloh mengampuni kesalahan ini jika memang salah.
Read the rest of this entry »
Posted in Ruang Hati | 2 Comments »